Ternyata sudah lama ga nulis di blog ini,,tak terasa lebih dari satu bulan. Hmm..berbicara mengenai ukhuwah tidak bisa terlepas dari aktivitas yang seharusnya membuat kita merasa tidak sendirian dalam jalan dakwah ini. Hanya saja dalam perjalanannya ada kalanya terjadi riak-riak yang terkadang membuat ukhuwah menjadi sedikit longgar. Mengapa hal ini bisa terjadi? Harusnya kalau kita mengetahui tahapan ukhuwah dari ta’aruf, tafahum dan takaful. Ukhuwah tidak akan terbukti sebagai ukhuwah yang kuat jika tidak mampu melewati riak-riak yang menghadang.
Ada tausyiah dari seorang ikhwah berkaitan dengan cobaan yang di kutip dari beberapa ustadz
Ketika kita ditimpa musibah, perintahNya adalah
ishbiruu (bersabar), karena cobaan itu datang dari Allah.
Ketika kita ditimpa musibah di atas musibah,
maka kita disuruh ishbiruu washabiruu
(bersabarlah di atas kesabaran).
Dan ketika masih saja diuji oleh Allah,
maka tunjukkan lah fashabrun jamiil
(kesabaran yang indah).
(Ujian Bagi Orang yang Beriman, Tifatul Sembiring)
Terus lah bergerak,
hingga keLELAHan itu LELAH mengikutimu,
Terus lah berlari,
hingga keBOSANan itu BOSAN mengejarmu,
Terus lah berjalan,
hingga keLETIHan itu LETIH bersamamu,
Terus lah bertahan,
hingga keFUTURan itu FUTUR menyertaimu,
Tetap lah berjaga,
hingga keLESUan itu LESU menemanimu.
(Ustadz Rahmat Abdullah)
“Tingkat kematangan manusia dalam kejujuran
dan kematangan pribadi mereka berbeda-beda.
Ada yang begitu sabar menahan derita hidup,
ada orang yang begitu tahan menerima derita dakwah.
Dan ada yang begitu syukur
dan bahkan menikmati derita sebagai karunia.
Semuanya indah,
terutama pada sang totalis yang tak menyadari derita,
karena yang ada hanyalah Dia.”
(Fitrah & Kejujuran Cinta, KH. Rahmat Abdullah)
Ya Allah, semoga saudara dan saudari selalu dalam lindungNya dan senantiasa istiqomah !!!
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.
[disela-sela RAPERDA yang ga kunjung selesai dan countdown utk mencontreng )|( ]










0 Responses to “Ukhuwah”